Minggu, 20 Januari 2013

Spektrofotometer Infra Merah



Spektrofotometer Infra Merah
Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode dalam mengamati interaksi antara molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang (λ) 0,75-1.000 µm atau pada bilangan gelombang (Nu bar) 13.000-10 cm-1. Konsep radiasi infra merah diperkenalkan pertama kali oleh Sir William Herschel pada tahun 1800 melalui percobaannya, yang mendispersikan radiasi matahari dengan suatu prisma. Dilihat dari segi aplikasi dan instrumentasi spektrum infra merah dibagi kedalam tiga jenis radiasi yaitu infra merah dekat, infra merah pertengahan, dan infra merah jauh. Daerah spektrum infra merah dapat dilihat pada tabel berikut :
a)    Dekat : λ = 0.78-2.5 µm, Nu bar = 12800-4000 cm4, υ = 3.8x1014-1.2x1014 Hz
b)   Pertengahan : λ = 2.5-50 µm, Nu bar = 4000-200 cm4, υ = 1.2x1014-6.0x1012 Hz
c)     Jauh : λ = 50-1000 µm, Nu bar = 200-10 cm4, υ = 6.0x1012-3.0x1011 Hz



Dalam spektroskopi infra merah panjang gelombang dan bilangan gelombang adalah nilai yang digunakan untuk menunjukkan posisi dalam spektrum serapan. Panjang gelombang biasanya diukur dalam mikron atau mikro meter (µm). Sedangkan bilangan gelombang (Nu bar) adalah frekwensi dibagi dengan kecepatan cahaya, yaitu kebalikan dari panjang gelombang dalam satuan cm-1. Persamaan dari hubungan kedua hal tersebut diatas adalah :
Keterangan :
c = kecepatan cahaya : 3,0 x 1010 cm/detik
k = tetapan gaya atau kuat ikat, dyne/cm
µ = massa tereduksi
m = massa atom, gram

Aplikasi spektrofotometri infra merah sangat luas baik untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif. Kegunaan yang paling penting adalah untuk identifikasi senyawa organik karena spektrumnya sangat kompleks terdiri dari banyak puncak-puncak. Dan juga spektrum infra merah dari senyawa organik mempunyai sifat fisik yang karakteristik artinya kemungkinan dua senyawa mempunyai spektrum sama adalah kecil sekali. Ketika molekul terkena radiasi elektromagnetik didaerah IR akan bervibrasi atau berputar dan setia molekul memiliki sejauh viasi dan rotasi tertentu pula.
Spektrofotometer infra merah dapat mengukur frekuensi dimana vibrasi dan rotasi terjadi dan berhubungan dengan jumlah energi terserap pada frekuensi tersebut. Pengukuran energi terserap direkam sebagai transmitan sebagai fungsi panjang gelombang. Spektra setiap komponen senyawa adalah unik sehingga spekra IR disebut sidik jari dari komponen senyawa. Pada spektrosfotometer IR, komponen spektrofotometer infra merah (IR) terdiri dari lima bagian pokok yaitu sumber radiasi, wadah sampel, monokromator, detektor, dan rekoder. Terdapat dua macam spektrofotometer infra merah yaitu dengan berkas tunggal (single-beam) dan berkas ganda ( double-beam).
·         Sumber Radiasi
Radiasi infra merah dihasilkan dari pemanasan suatu sumber radiasi dengan listrik sampai suhu antara 1500 dan 2000k. Sumber radiasi yang biasa digunakan berupa Nemst Glower, Globar, dan kawat nikhrom. Kawat nikhrom merupakan campuran nikel (Ni) dan khrom (Cr). Kawat Ni-Khrom ini berbentuk spiral dan mempunyai intensitas radiasi lebih rendah dari Nerst Glower dan Globar tapi umurnya lebih panjang.
·         Wadah sampel
Wadah sampel pada spektrofotometer IR adalah suatu sel kaca atau kuarsa untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya spektrofotometer. Sel itu haruslah meneruskan energi cahaya dalam daerah spektral yang diinginkan. Sel-sel tersebut lebih baik bila permukaan optisnya datar. Sel-sel harus diisi sedemikian rupa sehingga berkas cahaya menembus larutan, dengan meniscus terletak seluruhnya diatas berkas. Umumnya sel-sel ditahan pada posisinya dengan desain kinematik dari pemegangnya atau dengan jepitan berpegas yang memastikan bahwa posisi tabung dalam ruang sel (dari) instrument itu reprodusibel.
·         Monokromator
Pada pemilihan panjang gelombang infra merah dapat digunakan filter, prisma, atau grating, berkas radiasi terbagi dua yaitu sebagian melewati sampel dan sebagian melewati blanko. Setelah kedua berkas tersebut bergabung kembali kemudian di lewatkan ke dalam monokromator.
·         Detektor
Detektor dapat memberikan respons terhadap radiasi pada berbagai panjang gelombang.
a)    Termokopel, digunakan pada pabrik operasi kontinyu
b)   Bolometer
c)    Fitikonduktif meter
d)     Golay detektor
·         Recorder



Signal yang dihasilkan dari detektor kemudian direkam sebagai spectrum infra merah yang berbentuk puncak-puncak absorpsi. Spektrum infra merah ini menunjukkan hubungan antara absorpsi dan frekuensi/bilangan gelombang. Sebagai absis dan frekuensi dan sebagai ordinat adalah transmitan/absorbans.

Gambaran berkas radiasi elektromagnetik


Alur Kerja Spektrofotometer IR

Terima Kasih sudah berkunjung dalam blog labindustri ini...
Kami akan berbagi informasi mengenai keperluan-keperluan dalam laboratorium industri dan Kami pun menyediakan keperluan laboratorium tersebut seperti Reagent-reagent dan alat-alat analisisnya seperti mikroskop, spektrofotometer, HPLC, dan lain sebagainya..
Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi link di bawah ini :

Kamis, 10 Januari 2013

MENGENAL SPEKTROFOTOMETER



MENGENAL SPEKTROFOTOMETER

Tahukah anda alat/instrument yang berguna dalam pengujian sampel tertentu yang berorientasi pada pengukuran kepekatan warnanya??!
Yaap, benar..alat/instrument tersebut adalah Spektrofotometer..
Kami akan membahas alat ini lebih jauh sebagai berikut.

Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Alat ini memiliki prinsip kerja hasil penggabungan dari alat spektrometer dan fotometer. Spektrometer adalah alat yang menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu. Sedangkan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsikan. Spektrometer memiliki alat pengurai seperti prisma yang dapat menyeleksi panjang gelombang dari sinar putih. Pada fotometer terdapat filter dari berbagai warna yang memiliki spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu.
Spektrofotometer merupakan suatu alat/instrument yang dilengkapi dengan sumber cahaya (gelombang elektromagnetik), baik cahaya UV (ultra-violet) atau pun cahaya nampak (visible). Spektrofotometer mampu membaca/mengukur kepekatan warna dari sampel tertentu dengan panjang gelombang tertentu pula. Alat ini digunakan untuk mengukur konsentrasi beberapa molekul seperti DNA/ RNA (UV light, 260 nm), protein (UV, 280 nm), kultur sel bakteri, ragi/ yeast (Vis light, 600 nm), dan lain-lain. Sinar UV digunakan untuk mengukur bahan (larutan) yang terbaca dengan panjang gelombang di bawah 400 nano meter (nm). Sedangkan visible light bisa digunakan untuk mengukur bahan dengan panjang gelombang 400-700 nm. Penyerapan sinar UV dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu penyerapan oleh transisi elektron ikatan dan elektron anti ikatan, penyerapan oleh transisi elektron d dan f dari molekul kompleks, dan penyerapan oleh perpindahan muatan.

Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single beam dan spektrofotometer double-beam. Perbedaan kedua jenis spektrofotometer ini hanya pada pemberian cahaya, dimana pada single-beam, cahaya hanya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan yang dimasukan. Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding. Berikut alur prinsip kerja dari suatu spektrofotometer :

Inilah dasar prinsip kerja dari alat spektrofotometer : “adanya interaksi antara materi dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu”

Terima Kasih sudah bekunjung di blog lab Industri ini...
Dalam blog ini akan Kami share segala sesuatu seputar patologi anatomi
Kami pun menyediakan segala keperluan laboratorium patologi anatomi (khususnya) dan laboratorium umum...
Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi link di bawah ini :

www.biosm-indonesia.com


Selasa, 11 Desember 2012

MENGENAL MIKROSKOP






MENGENAL MIKROSKOP
Mikroskop merupakan salah satu alat yang digunakan dalam laboratorium sains maupun industri (industri makanan, kimia, fermentasi, dll) dimana alat ini memiliki fungsi untuk mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) sehingga akan tampak lebih besar dari ukuran aslinya. Hal ini akan mampu membantu dalam memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil serta akan membantu penelitian khususnya dalam biologi. Untuk mengetahui mikroskop maka perlu diketahui komponen mikroskop, macam mikroskop, penggunaan dan pemeliharaannya.
Komponen-komponen mikroskop terdiri dari :
Lensa Okuler yaitu lensa ini memiliki fungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif. Perbesaran bayangan yang dibentuk berkisar antara 4 -25 kali. Pada alat ini terletak dibagian atas tabung dekat dengan mata pengamat;
Lensa Objektif adalah lensa yang bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah;
Tabung Mikroskop berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa objektif dengan lensa okuler;
Makrometer (Pengatur Kasar) dan Mikrometer (Pengatur Halus) berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaik turunkan tabung sekaligus lensa objektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaik turunkan meja preparat;
Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya; Diafragma berfungsi mengatur banyak sedikitnya sinar yang masuk. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor; Kondensor merupakan bagian yang tersusun dari lensa gabungan yang memiliki fungsi mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan; Meja Preparat berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. Objek diletakkan di meja dengan yang dijepit oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat dengan untuk dilewat cahaya. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik-turunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan; Penjepit berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser; Lengan Mikroskop berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan; Kaki Mikroskop fungsinya untuk menyangga atau menopang mikroskop, sehingga memperkokoh kedudukan mikroskop; Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut) untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop; Cermin tersusun atas dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, fungsinya untuk memantulkan cahaya dan sumber cahaya. Cermin datar digunakan bila sumber cahaya cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber cahaya kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber cahaya dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki), sehingga cermin ini tidak ada.
Mikroskop memiliki beberapa jenis sesuai kegunaan dan spesifikasinya masing-masing. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, bentuk dan jenis mikroskop ini semakin maju dan canggih. Dari mikroskop yang paling sederhana yaitu mikroskop cahaya, mikroskop stereo sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern, perbesaran yang dihasilkan semakin besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati,mikroskop dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Mikroskop Cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Pada mikroskop jenis ini terdapat tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal. Mikroskop Stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Lensanya terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Komponen pada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya terletak pada ruang ketajaman lensa,dimana pada mikroskop stereo ruang ketajaman lensanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kia dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati. Selain itu juga mikroskop ini memiliki sumber cahaya yang berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron sendiri digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM adalah jenis mikroskop elektron yang menghasilkan gambar sampel melalui proses pemindaian menggunakan sinar terfokus dari elektron sedangkan TEM adalah teknik mikroskop dimana berkas elektron ditransmisikan melalui spesimen ultra tipis dan berinteraksi dengan spesimen.
















                Mikroskop Cahaya                       Mikroskop Stereo















Scanning Electron Microscope (SEM)


                                                              Transmission Electron Microscopes (TEM) 


Terima Kasih sudah berkunjung dalam blog labindustri ini...
Kami akan berbagi informasi mengenai keperluan-keperluan dalam laboratorium industri dan Kami pun menyediakan keperluan laboratorium tersebut seperti Reagent-reagent dan alat-alat analisisnya seperti mikroskop, spektrofotometer, HPLC, dan lain sebagainya..
Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi link di bawah ini :